Posts

Mengenal Kreativitas dalam Pembelajaran PJOK   "Guru yang kreatif bukan hanya mengajarkan gerakan, tapi membangun pengalaman yang menggerakkan." Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) bukan sekadar mata pelajaran yang berisi aktivitas fisik. Di balik setiap lompatan, lemparan, dan permainan, tersimpan potensi besar untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat hidup sehat. Namun, potensi ini tidak akan maksimal jika disampaikan dengan cara yang monoton dan kaku. Kreativitas menjadi jembatan penting untuk menjadikan pembelajaran PJOK lebih bermakna dan menyenangkan. Guru PJOK yang kreatif mampu menyulap keterbatasan menjadi peluang. Lapangan sempit, alat yang tidak memadai, atau jadwal yang padat bukan lagi penghalang, melainkan tantangan yang mengundang inovasi. Dengan kreativitas, pembelajaran PJOK bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang kegembiraan, nilai-nilai, dan semangat belajar seumur hidup.   A.     Definisi Kreat...
                        LAPORAN      DISKUSI PERENCANAAN OBSERVASI KEPALA SEKOLAH 2025 A.     Sebagai pengawas sekolah, ditemukan berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pendampingan. Berikut adalah tiga di antaranya: 1.      Resistensi dari Guru atau Kepala Sekolah Tidak semua guru atau kepala sekolah terbuka terhadap masukan dan perubahan. Beberapa mungkin merasa pengawasan sebagai bentuk kritik daripada pendampingan, sehingga menimbulkan resistensi terhadap saran atau rekomendasi yang diberikan. 2.      Keterbatasan Sumber Daya Beberapa sekolah, terutama di daerah terpencil atau kurang berkembang, mungkin menghadapi keterbatasan dalam hal fasilitas, tenaga pendidik, atau akses terhadap teknologi. Hal ini bisa menghambat implementasi...
  Sinopsis Buku Deep Learning Itu Mudah: Pegangan Praktis untuk Guru 2025 Buku ini hadir dalam menjawab asumsi dan mitos yang selalu hadir setiap kali ada perubahan baik kurikulm maupun pendekatannya. Pembelajaran mendalam ( deep learning ) sering diartikan sebagai sesuatu yang rumit, mahal, atau hanya cocok untuk sekolah dengan fasilitas canggih. Dengan bahasa yang ringan, praktis, dan penuh contoh nyata, buku ini membongkar mitos tersebut. Pesan utamanya sederhana: pembelajaran mendalam bisa diterapkan di sekolah mana pun, oleh guru siapa pun, dengan alat sesederhana apa pun, asalkan berlandaskan perencanaan yang bermakna, relevan, dan menginspirasi siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Buku ini memandu guru memahami 8 dimensi profil lulusan yang akan dicapai melalui pembelajaran mendalam yang utuh dan holistik. Disertai tiga prinsip pembelajaran, tiga pengalaman belajar, dan empat kerangka pembelajaran yang disusun Kemendikdasmen 2025, pembaca akan menemukan panduan im...
  Contoh Aktivitas Pembelajaran: Sastra Lisan dan Tertulis Ketangerangan PAUD/TK (Fase Pondasi) Tujuan Pembelajaran : Anak mengenal bunyi bahasa melalui pantun sederhana. Anak menirukan lagu rakyat lokal dengan gerakan. Aktivitas : Mendengarkan dan Menirukan Pantun Guru membacakan pantun lucu/sopan dari budaya Ketangerangan. Anak menirukan intonasi dan ekspresi. Contoh: "Burung dara terbang tinggi, Anak soleh suka berbagi." Bernyanyi Tembang Dodoyan Guru menyanyikan tembang pengantar tidur khas daerah (dodoyan) dan anak mengikuti dengan gerakan. Bermain Boneka Cerita Rakyat Anak menyaksikan pertunjukan boneka tentang cerita rakyat sederhana seperti "Ki Buyut Ranca Gede". Asesmen : Observasi kemampuan menirukan bunyi bahasa dan ekspresi wajah. Partisipasi dalam bernyanyi dan menjawab pertanyaan sederhana.   SD Fase A (Kelas 1–2) Tujuan Pembelajaran : Mengenali pantun daer...